Paket Wisata Tour Turki 2021

tour turkiAssalamualaikum Wr. Wb. Paket Wisata Tour Turki 2021 bersama Haqeem Travel telah dibuka Pendaftarannya , Salah satu destinasi wisata yang akan anda kunjungi saat Tour Turki adalah Istana Topkapi adalah salah satu tempat wisata di Turki yang sangat menarik. Karena disini kita bisa melihat secara langsung tongkat Nabi Musa As, dan beberapa barang peninggalan Baginda Rasulullah SAW. Istana Topkapi di kenal juga dengan sebutan Topkapi Sarayi atau Topkapi Palace terletak di Kota Istanbul, Turki. Letaknya tidak jauh dari Hagia Sophia dan Blue Mosque yang merupakan kesatuan dari Old City Istanbul. Komplek bangunan Istana Topkapi dikelilingi oleh benteng sepanjang 5 Kilometer dengan total luas yang luar biasa, 70 Hektar .

Istana Topkapi menjadi istana terluas kedua di dunia setelah Istana Versailles di Prancis. Pintu masuknya sendiri seperti gerbang benteng  dihiasi dengan kaligrafi Syahadat di atas pintu dan juga Tughra, sejenis monogram, cap atau tanda tangan Sultan Utsmaniyah Salah satu tempat yang sayang untuk dilewatkan dari istana topkapi ini adalah harem. Ruangan di bangunan ini lebih indah dibandingkan ruangan lainnya karena dinding yang dihiasi motif bunga yang indah dan tentu saja kaligrafi dengan warna yang sangat menarik. berikut ini Harga Paket tour turki  serta Itinerary Bersama Haqeem Travel.

Harga Tour Turki 2021

Harga Durasi Harga
20 Oktober 2021 10 Hari
23 Desember 2021 10 Hari
25 April 2021 10 Hari
Flight
Turkish Airlines

Anda akan mengunjungi ke banyak sekali daerah di Tour Turki yang akan selalu mempesona bagi wisata berasal seluruh penjuru dunia. kami memberikan anda kesempatan buat berwisata muslim dalam mengunjungi berbagai macam objek wisata yang menarik di turki dan bermanfaat buat menambah pengetahuan anda tentang sejarah islam. Paket Tour Turki wisata halal ini akan menjadi teman Anda berwisata ke Turki, Anda juga akan diajak untuk mengenal sejarah islam di Turki. Paket Wisata Turki Alindra Haqeem Travel merupakan pilihan yang sangat tepat untuk memfasilitasi liburan anda dengan seluruh anggota keluarga.

Itinerary Tour Ke Turki 08 Hari

(Istanbul – Bursa – Kusadasi – Pamukkale – Cappadocia – Ankara)

Hari ke‐1 : Jakarta – Istanbul
TK57 CGKIST 2125 0555

  • Para peserta berkumpul di Terminal 3 – Bandara Internasional Soekarno Hatta, 4 Jam sebelum keberangkatan, pukul 17.25 untuk briefing dan proses check in.
  • Perjalanan dilanjutkan menuju Istanbul dengan menggunakan pesawat Turkish Airlines TK 57, take off pukul 21.25 WIB.

Hari ke‐2 : Istanbul – Bursa – Kusadasi (B/L/D)

  • Tiba di Bandara Internasional Istanbul pukul 05.55 waktu setempat, Proses imigrasi dan akan dijemput oleh perwakilan disana, untuk kemudian mengunjungi Green Mosque, Green Tomb & Masjid Ulucami ( Tambahan Tour ke Mt. Uludug HANYA jika Musim Dingin ).
  • Makan siang di Bursa.
  • Setelah makan siang, dilanjutkan perjalanan menuju Kusadasi untuk mengunjungi Masjid Isa Bey.
  • Check in hotel, makan malam dan istirahat.

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐3 : Kusadasi – Pamukkale (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk kemudian city tour mengunjungi Leather Factory Kusadasi & Ephesus Ancient City.
  • Setelah makan siang, dilanjutkan perjalanan menuju Pamukkale ( terletaknya kota kuno Hierapolis & Cotton Castle zaman Romawi ) yang reruntuhannya berdekatan dengan kota Pamukkale modern dan saat ini terdiri dari sebuah museum arkeologi yang ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
  • Check in hotel, makan malam dan istirahat.

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐4 : Pamukkale – Konya – Cappadocia (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk kemudian menuju Caravan Serai (Caravans Serai pada jaman dahulu adalah jalur ramai di tengah – tengah aliran perdagangan, informasi, dan orang‐orang yang meliputi Asia, Afrika Utara dan Eropa Tenggara, terutama di sepanjang Jalan Sutera).
  • Makan siang dan Sholat di Masjid. Setelah itu Jamaah menuju Kota Konya dan mengunjungi Muzium Mevlana Jalaludin Rumi. Melanjutkan perjalanan ke Cappadocia.
  • Check in hotel, makan malam dan istirahat.

Hari ke‐5 : Cappadocia (B/L/D)

  • Tour Optional dan sarapan pagi di hotel. Setelah itu Jamaah akan mengunjungi Goreme Open Air Museum, Uchisar Castle, Devrent Valley, Pasabag / Pigeon Valley, Stone Factory Cappadocia & Handycraft Carpet Factory.
  • Kembali ke hotel, makan malam dan istirahat.

Optional :

  • Hot Air Balloon Usd 250/Pax
  • Jeep Safari & Photo Tour Sunrise Usd 100/Pax

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐6 : Cappadocia – Ankara – Istanbul (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk kemudian menuju Kota Ankara untuk photostop di Salt Lake / Tuz Golu & Ataturk Mousoleum Ankara.
  • Dilanjutkan perjalanan menuju Istanbul. Check In Hotel. Acara bebas di sekitar Hotel.

Catatan : Malam hari Jamaah persiapan packing koper.

Hari ke‐7 : Istanbul (B/L/D)

  • Sarapan di Hotel dan persiapan check out, Jamaah kumpul di Lobby pukul 07.00 (on time) untuk melakukan perjalanan mengunjungi Hippodrome Square, Masjid Sulthanahment ( Blue Mosque ), Muzium Istana Topkapi (muzium tempat penyimpanan benda–benda peninggalan Rasullullah SAW ), Solat di Masjid Hagia Sophia (Dulunya basilika, masjid, museum & kini Masjid kembali).
  • Dilanjutkan Bosphorus Cruise (perjalanan melintasi selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia) dan acara bebas belanja di Grand Bazzar.
  • Setelah makan malam, bertolak menuju Bandara Internasional Istanbul untuk penerbangan pulang ke Tanah Air. Jamaah diharapkan tiba di Bandara paling lambat pukul 22.15.

Hari ke‐8 : Istanbul – Jakarta
TK56 ISTCGK 0215 1800

  • Melanjutkan penerbangan menuju tanah air dengan pesawat Turkish Airlines TK 56, take off pukul 02.15.
  • In Shaa Allah tiba di Jakarta pukul 18.00 WIB.
  • Berakhirlah perjalanan ini dengan penuh kenangan dan sarat makna religi.
  • Terimakasih atas kepercayaan Jamaah bersama Alindra Haaqeem Travel, Sampai jumpa di program kami berikutnya.

Note: Jadwal Tour dapat berubah mengikuti kondisi saat di lapangan

Harga Paket Sudah Termasuk :

  1. Tiket penerbangan Jakarta – Istanbul – Jakarta dengan Turkish Airlines ( Economy Class )
  2. Akomodasi penginapan sesuai program
  3. Transportasi Bus AC sesuai program
  4. Makan dan Minum sesuai program
  5. Tiket masuk wisata sesuai program
  6. our Guide berbahasa Indonesia dan Supir yang berpengalaman
  7. Mineral water di Bus ( 2 Botol / hari / pax )

Harga Paket Belum termasuk :

  1. Rapid Test di Jakarta ( Pribadi – Hasil dalam Bahasa Inggris )
  2. PCR Test di Istanbul USD 35
  3. Asuransi Perjalanan USD 60
  4. Hot Air Baloon Cappadocia
  5. Biaya kelebihan bagasi pesawat
  6. Pengeluaran pribadi seperti minibar, laundry, telepon, dan sebagainya
  7. Tour tambahan di luar program (optional tour)
  8. Tipping guide dan supir local USD 50/Pax
  9. Biaya pembuatan Visa Turkey USD 45/Pax

*Jadwal/rute perjalanan, harga paket, dan lainnya dapat mengalami berubah dengan/tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan menyesuaikan situasi dan kondisi dilapangan.

Untuk konsultasi Tour Turki  silahkan langsung menghubungi :
Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No. 87 E, Kalibata Jakarta Selatan

Sejarah Kejayaan Turki Usmani

Umroh Plus TurkiDinasti Usmani Mencapai Puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Agung – perjalanan panjang daulah usmani ottoman – Kesultanan Usmaniyah pernah menjadi kekuatan utama dunia. Wilayahnya mencakup sepertiga luas dunia. Kecuali benua Amerika Serikat, wilayah kekuasaan Kesultanan Turki Usmani yang resminya bernama Negara Agung Usmaniyah itu meliputi sebagian daratan Eropa, Afrika, dan Asia. Pendiri Kesultanan Turki Usmani adalah Usman Bey (dari suku Turki) pada 1299-1326 Masehi. Saat itu, pemerintahannya masih berbentuk kekaisaran. Sebagai kekaisaran kecil dan dalam upaya memperluas dukungan, sang kaisar sengaja memindahkan ibu kota agar pengaruhnya bisa kian meluas.

Semula di Sogut, lalu pindah ke Bursa, Adrianopel, hingga akhirnya menetapkan Konstantinopel sebagi ibu kota. Nama Konstantinopel -ibu kota Byzantium- kemudian berubah menjadi Istanbul. Wilayah Konstantinopel pada mulanya merupakan bagian dari kekuasaan Kekaisaran Romawi atau Byzantium. Setelah Kaisar Mahmud II mampu menaklukkan Konstantinopel pada 1453, sejak itu pula bentuk kekaisaran berubah menjadi kesultanan. Negara-negara Eropa menyebutkan sebagai Kekaisaran Ottoman atau Dinasti Turki Usmani. Wilayah kekuasaan Kesultanan Turki Usmani pun terus berkembang seiring kedigdayaan pemerintahannya.

Sejarah Kerajaan Turki Ottoman

Kerajaan Ottoman Turki Mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Agung pada abad 16 dan 17. Saat itu cakupan wilayahnya meliputi Eropa (Albania, Azerbaijan, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Yunani, Eritrea, Georgia, Kosovo, Yunani, Rusia, Rumania, Montenegro, Slovenia, Serbia, Ukraina, Slovenia, Moldova, dan sebagian Spanyol), Afrika (Libya, Sudan, Tunisia, Aljazair, Somalia, Mesir, dan lain-lain), serta Asia (Yaman, Irakiran, Palestina, Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain, Suriah, Oman, Qatar, Lebanon, dan lain-lain termasuk Indonesia).

Era kejayaan Turki Usmani mulai berkurang saat Perang Rusia pada 1877-1878. Turki mengalami kekalahan dalam perang itu sehingga wilayah Rusia pun lepas. Koalisi Katholik yang dipimpin Philip II juga mampu memukul mundur pasukan Turki Usmani saat bertempur di Lepanto, Laut Mediterania. Bala tentara Tuki Usmani juga takluk oleh pasukan Malta. Kesultanan Turki Usmani sempat bangkit dan mampu memulihkan keadaan sehingga memaksa pasukan Venesia mengadakan perjanjian damai. Turki juga kalah dalam perang melawan Austria. Beberapa wilayah Turki harus diserahkan ke Austria, termasuk Serbia.

Turki pun menandatangani perjanjian untuk tidak melakukan ekspansi lagi ke Eropa pada 1739. Kondisi itu diperburuk karena ada pergolakan di dalam negeri. Pada 1914, Gerakan Nasional Turki yang dipimpin Mustafa Kemal Pasha atau Mustafa Kemal Ataturk mampu menggulingkan pasukan Kesultanan Turki Usmani dalam perang kemerdekaan. Kemal Ataturk lalu membubarkan kesultanan (pada 1 November 1922).

Hal itu mengakibatkan Sultan terakhir (Mahmud VI) meninggalkan negaranya. Republik Turki lalu berdiri pada 29 Oktober 1923 dengan Kemal Ataturk sebagai presiden. Praktis keputusan berdirinya Republik Turki itu mengakhiri masa kesultanan atau kekhalifahan di Turki. Kemal Ataturk juga membubarkan Kekhalifahan Turki Usmani pada 3 Maret 1924. Sejak itu pula ibu kota Turki berpindah dari Istanbul ke Ankara.

Kehidupan agamis rakyat Turki juga berubah menjadi sekuler, yakni memisahkan urusan agama dan masalah kenegaraan/pemerintahan, walau 90 persen penduduknya beragama Islam. Meski ibu kota Turki ada di Ankara, Kota Istanbul yang juga merupakan nama provinsi itu sampai kini tetap menjadi kota terbesar dengan penduduk sekitar 22 juta orang dari seluruhnya sekitar 80 juta warga Turki. Beberapa jejak sejarah kebesaran Kesultanan Turki Usmani tetap kokoh berdiri di Istanbul hingga kini.

Istana Topkapi

Istana Topkapi (Topkapi Palace) atau Topkapi Sarayi merupakan tempat tinggal resmi sultan-sultan dari dinasti Turki Umani selama hampir 400 tahun, sejak 1465-1856. Pada masa 1856 hingga 1924, istana ini hanya menjadi tempat istirahat para sultan. Topkapi memiliki arti dua meriam. Simbol dua meriam itu tampak di samping gerbang masuk istana yag seluruhnya memiliki luas 700.000 m2 dan panjang sekitar 1,4 km. Letak istana persis berada di tepi Laut Marmara. Istana itu dipagari benteng sepanjang 5 km di sisi Laut Marmara. Topkapi dibangun tahun 1459 pada masa pemerintahan Sultan Mahmud II. Ada 35 bagian dari istana tersebut. Antara lain berupa ruang-ruang untuk kerja, menerima tamu, tempat istirahat, perpustakaan-perpustakaan, galeri, masjid, audiensi, ruang para istri, paviliun, tempat pameran, dan sebagainya. Tentu saja ornamen dan interior di dalam istana tergolong mewah.

Setelah masuk gerbang utama ada koridor sepanjang kira-kira 500 m menuju gerbang kedua yang di sisi kiri dan kanan merupakan taman. Pada bagian samping kanan ada kafe dan aneka toko suvenir. Acara-acara kenegaraan juga diselenggarakan di istana. Bagian belakang Topkapi langsung berhubungan dengan laut Marmara. Istana Topkapi sempat mengalami kebakaran pada 1574 di masa Sultan Sulaeman Agung. Keperkasaan Topkapi memudar setelah wilayah Tuski Usmani kian bekurang. Apalagi sejak 1856, Sultan Abdul Mejid I membangun Istana Dolmabahce yang juga berlokasi di pinggir laut. Abdul Mejid kemudian memindahkan kediamannya dari Topkapi ke Dolmabahce di Besiktas. Saat Kemal Attaturk berkuasa, Topkapi diubah menjadi museum hingga kini.

Galata Tower

Seperti namanya, ini merupakan menara pengintai. Dengan tinggi sekitar 65 m dan keliling 16 m, menara yang berada di distrik Galata ini dibangun pada 1348. Berada di tepi laut, bila berdiri di lantai atas menara ini maka petugas istana akan bisa melihat setiap pergerakan kapal tamu atau musuh yang akan masuk Laut Marmara. Menara ini terdiri atas 9 lantai. Selain menjadi tempat melihat suasana Kota Istanbul, di lantai 9 kini juga berubah menjadi resto. Lantai lain dari menara ini juga difungsikan untuk kepentingan yang menunjang aktivitas wisata.

Pada masa Sultan Selim III tahun 1794, Menara Galata sempat terbakar. Kebakaran serupa pernah terjadi pada 1831 namun bisa kembali diperbaiki. Menara juga sempat rusak saat ada gempa di era Sltan Bayezit II. Berdasarkan legenda yang ada, saat kekuasaan Sultan Murad IV, ada seorang bernama Hezarfen Amet Celebi yang nekat terbang dari atas Menara Galata dengan menggunakan sayap buatan. Celebi mampu terbang sejauh 6 km dan mendarat di wilayah Uskudar yang merupakan perbatasan antara wilayah Asia dan Eropa. Sultan yang semula hendak memberikan penghargaan pada Celebi malah berubah pikiran dan justru mengucilkan pria ini ke Aljazair.

Istana Baylerbeyi

Istana ini berada di dekat Jembatan Bosphorus (Jembatan Fatih Sultan Mehmet) sepanjang 1,5 km yang membelah Selat Bosphorus. Istana ini dibangun oleh Sultan Abdulazis antara tahun 1861 hingga 1864. Bangunan megah ini merupakan tempat menerima tamu negara atau guest house. Untuk ukuran pada masa itu, bangunan Istana Baylerbeyi sangatlah mewah. Interior di dalamnya bercita rasa tinggi. Ornamennya sangat indah dengan bahan marmer dan keramik yang berasal dari beberapa negara Eropa. Istana ini terdiri atas enam ruang utama (untuk rapat dan audiensi) serta 23 ruang lainnya.

Selain ruang tidur dan kamar mandi, ada ruang bersantai, ruang pribadi sultan, ruang keluarga, dan lain-lain sebagaimana layaknya istana. Untuk memasuki istana ini, pengunjung harus memakai sarung sepatu terbuat dari plastik agar lantai ruangan tetap terjaga kebersihannya. Setiap lantai selalu dilapisi karpet. Baylerbayi berarti dewanya para dewa. Arsitek istana ini adalah Sarkis Balyan. Saat itu, istana yag terdiri atas tiga lantai ini jauh lebih mewah dan megah dari kebanyakan bangunan lain di Eropa. Kini istana ini juga berfungsi sebagai museum.

Masjid Sulaiman

Ini masjid merupakan persembahan Sultan Agung Sulaiman. Dibangun pada tahun 1550, masjid yang diarsiteki Mimar Sinan dan berada di tepi Laut Marmara ini rampung pada 1557. Area masjid luasnya sekitar 4.284m2. Selain kubah utama, juga terdapat empat menara. Tinggi kubah sekitar 53 m. Ruang utama dalam masjid mampu menampung sekitar 5.000 jamaah. Di luar masih ada ruang terbuka untuk salat yang bisa menampung sekitar 1.000 jamaah. Area masjid dikelilingi dinding tembok yang kokoh.

Di kawasan kompleks masjid itu terdapat makam sultan dan istrinya, sekolah dasar, serta madrasah. Sekolah itu sebagian digunakan sebagai Perpustakaan Sulaiman. Ada pula sekolah medis (kedokteran) yang sekarang telah berubah fungsi menjadi apotek. Di depan apotek ada kantor percetakan militer. Dinding bangunan dalam masjid begitu kokoh dilapisi marmer. Di sepanjang dinding balkon bagian dalam dikelilingi lampu kecil yang jumlahnya ribuan. Di tengah-tengah ruang jamaah ada lampu gantung melingkar yang jumlahnya mencapai ratusan lampu kecil. Lampu gantung itu terdiri atas tiga lapis lingkaran.

Masjid itu juga dirancang untuk terbuka terhadap sinar matahari dari luar. Ada jendela ditutup kaca cerah kecil sebanyak 138 buah yang memungkinkan sinar matahari masuk ke ruang utama masjid. Dinding mihrab (tempat imam memimpin shalat) dihiasi rona biru. Selain dari sekitar Istanbul, marmer bahan material untuk mihrab diambilkan dari Alexandria, Mesir.

Masjid Sultan Ahmat

Sultan Ahmat I dikenal paling religius. Ia yang mula pertama punya ide membuat masjid untuk menggantikan fungsi Ayasofya (Haga Sophia), bekas gereja yang saat itu berfungsi sebagai masjid. Sultan menugaskan arsitek Mehmed Aga untuk membuat rancang bangun masjid. Sejak 1609 masjid itu dibangun dan selesai pada 1617. Ada rumah kecil untuk sultan dalam kompleks masjid itu. Ada pula madrasah, serta beberapa kios bertingkat untuk toko buku/perpustakaan. Kondisi di dalam ruang utama masjid ini hampir sama dengan Masjid Sulaiman.

Enam menara menghiasai Masjid Sultan Ahmat. Empat menara masing-masing memiliki tiga balkon. Dua menara lainnya memiliki dua balkon. Total seluruhnya ada 16 balkon. Di dalam masjid juga ada kaligrafi karya Ametli Kasim Gubari. Menempati lahan 4.608 m2, lokasi masjid berhadapan dengan Ayasofya. Jumlah jendela kecil yang mengelilingi masjid ini lebih banyak dari Masjid Sulaiman, yakni sebanyak 260. Berdasarkan data sejarah, seluruhnya ada 21.043 keramik untuk interior masjid tersebut. Selain dikelilingi taman, di depan masjid itu juga dipasang beberapa bangku yang biasa menjadi tempat duduk-duduk bagi para turis. Ada pula koridor di kompleks Masjid Sultan Ahmat yang sering menjadi tempat atau arena bazar yang mampu menampung 4.400 kios dengan aneka barang dagangan.

Sultan Ahmat I yang wafat tahun 1617 dimakamkan di kompleks masjid bersama kerabat lainnya. Posisi makam bersebelahan dengan madrasah yang berada di ujung depan arena luar masjid. Kompleks Masjid Sultan Ahmat merupakan kawasan paling ramai di antara bangunan tua lain di Istanbul. Di kawasan ini juga (Sultan Ahmat Square) menjadi lokasi favorit umat Islam untuk ngabuburit beramai-ramai hingga ribuan orang. Saat ini bagian dalam masjid dalam renovasi.

Masjid Aya Sofya

Lokasi Aya sofya persis di hadapan Masjid Sultan Ahmat dan berdekatan pula dengan Istana Topkapi. Ayasofya atau Hagia Sophia dibangun oleh Kaisar Konstantinopel (Bizantium) sebagai basilika atau tempat pertemuan. Basilika ini lau beralih fungsi sebagai gereja katedral dengan nama Megala Ekklesia. Pada abad V, nama gereja itu berubah menjadi Divine Wisdom atau Santa Sophia alias Haga Sophia/Ayasofya. Gereja itu sempat dibakar pada tahun 404, namun dibangun kembali oleh Kaisar Theodosius pada 415. Sempat pula dirusak oleh pasukan Nica, gereja itu dibangun lagi atas inisiatif Theodora, istri dari Kaisar Justinianus.

Dinding luar bangunan ini terbuat dari batu bata berlapis dan tebal yang telah disemen/plester. Beberapa bagian luar dinding tampak keropos atau rontok. Namun, bagian dalam gedung terlihat kokoh yang dinding-dindingnya terbuat dari marmer dan saat ini sedang dalam rehabilitasi. Ada empat menara di sekeliling museum. Orna men di dalam museum ini berupa mosaik dari bebe ra pa to koh dalam Injil. Ada mosaik tentang Maria, Yesus, mau pun kaisar-kaisar Johanes, Alexander, dan lain-lain. Pada era kejayaan Kesultanan Turki Usmani, gereja ini beralih fungsi menjadi Masjid Haga Sophia/Ayasofya.

Sultan-sultan Turki Usmani sama sekali tidak merusak bangunan ini. Hanya ada beberapa bagian mosaik yang direkayasa. Gambar Yesus dengan latar belakang salib, misalnya, ditutup agar tak terlihat. Pada bagian dalam dibuat bangunan kecil tempat muazin melakukan azan. Pemandangan paling unik adalah gambar mosaik Maria/Siti Maryam yang berada persis di atas mihrab (tempat imam memimpin salat). Mosaik Maria itu tetap dibiarkan terlihat dan diapit oleh tulisan Allah di sisi kanan dan Muhammad di sisi kiri. Saat pemerintahan Mustafa Kemal Pasha/Kemal Ataturk, fungsi Ayasofya diubah sebagai museum. Konon kini pemerintah Turki akan mengupayakan agar Ayasofya kembali menjadi masjid.

Museum Khora

Riwayat Museum Khora nyaris sama seperti Ayasofya. Monumen ini dibangun oleh Kaisar Theodorus dari Konstantinopel atau Bizantium pada tahun 534. Sempat rusak karena gempa bumi pada abad 12, gereja ini dibangun lagi atas anjuran Maria Dukaina, ibu mertua dari Kaisar Alexi Comnenos. Meski Kesultanan Turki Usmani berkuasa, hingga masa pemerintahan Sultan Mahmud, bangunan ini tetap berfungsi sebagai gereja. Namun, atas usulan penasihat Sultan Beyzit II bernama Hadim Ali, karena tidak ada jamaahnya lagi, gereja itu berubah fungsi pada 1511 menjadi masjid tanpa merusak kondisi yang sudah ada. Kemudian dibautlah menara dan sekolah madarasah.

Lokasi Museum Khora ada di pinggiran Istanbul dan berdempetan dengan kawasan permukiman. Ornamen dalam bangunan itu berupa mosaik tentang kisah cerita yang ada dalam Injil. Setelah tumbangnya Kesultanan Turki Usmani, bangunan seluas 20m x 28m denngan tinggi 50 m ini berubah menjadi museum. Karena banyak kerusakan, museum ini sekarang sedang diperbaiki.

Sejarah Kebab Turki

Sejarah Kebab Turki – Ini adalah salah satu makanan Turki yang paling populer di seluruh dunia. Kebab adalah irisan daging kambing atau sapi yang dipanggang di suatu tiang panggangan yang berputar, lalu digulung di dalam roti pita yang gurih. Selain daging, kebab juga berisi tomat, bawang bombay, selada, jamur, dan saus sambal.

Jika tidak ingin menyantap kebab yang dibungkus dengan roti pita, Anda juga bisa menyantap sate kebab, yakni potongan daging, paprika, dan bawang yang ditusuk dan dipanggang hingga matang. Di Turki, Anda bisa menemukan makanan ini dengan mudah. Banyak pedagang kaki lima yang menjual kebab di hampir seluruh wilayah yang ada di Turki.

Pada abad ke-8, kebab diperkirakan menyebar dari Persia ke seluruh Timur Tengah, baru kemudian pada abad ke-15 kebab sampai di India. Di abad ke-16 tentara Turki mulai mempopulerkannya ke seluruh dunia. Jadi, asal kebab ini bukan dari Turki ya, melainkan Persia, tapi dipopulerkan oleh tentara Turki.

Nama kebab ini pun konon berasal dari dari diksi persia, kabab, yang memiliki arti sebagai makanan yang ditusuk dan dipanggang. Jadi nama kebab ini bagi Indonesia sendiri lebih merujuk kepada masakan bernama sate, yang cara memasak dan penyajiannya sama dengan istilah kebab ini. Istilah doner dalam Bahasa Turki memiliki arti memutar. Selain shis kebab yang artinya lebih kepada cara memasak daging dengan cara ditusuk dengan pedang, doner kebab memiliki cara memasak yang berbeda.

Daging yang telah dimarinasi ditumpuk vertikal layaknya gulungan benang, lalu daging tersebut dipanggang dengan cara memutar. Setelah matang, datang tersebut diiris dan diisi ke dalam roti bersama isian sayur-mayur serta saus.

Asal Usul Kebab

 Meski berasal dari Turki, tapi nama kebab berasal dari bahasa Arab ‘kabab’ yang artinya adalah daging goreng. Pada zaman Kesultanan Ustmaniyah, istilah kebab kemudian merujuk pada daging yang dipanggang. Kebab awalnya menggunakan daging domba atau kambing sebelum akhirnya beralih pada daging sapi dan ayam seperti saat ini. Kuliner yang termasuk dalam kuliner cepat saji ini sangat popular di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Pada mulanya kebab tidak berupa daging yang dibungkus dengan roti tortila. Kebab aslinya berupa daging yang ditusuk seperti sate lalu dibakar diatas bara api yang terbuat dari arang kayu hingga matang. Proses memasaknya memang cukup lama karena daging kebab yang dipotong-potong cukup tebal. Setelah matang, kebab disajikan bersama dengan roti pita, yogurt, dan paprika. Lalu sejak kapan bentuk kebab mulai berubah seperti saat ini?

Kebab yang kamu jumpai saat ini adalah kebab yang sudah melalui perubahan. Sekitar abad ke-18, kebab dibawa oleh para pedagang Turki ke benua Eropa, tepatnya ke Berlin, Jerman. Di sinilah kebab mulai mengalami perubahan. Daging yang digunakan untuk kebab dicincang lalu diberi aneka bumbu rempah lalu dipanggang hingga matang dan disajikan bersama dengan roti tortila dan salad serta mayonaise layaknya burger. Kepopuleran kebab sebagai kuliner cepat saji saat itu bahkan bisa menyaingi popularitas burger. Berkat ketenarannya di Jerman, kebab pun bisa merambah dunia internasional hingga ke benua Amerika dan Asia, termasuk Indonesia.

Kebab di bawa masuk ke Indonesia oleh pedagang – pedagang dari Timur Tengah yang kebetulan Singgah di Pelabuhan – pelabuhan di Indonesia. Menurut catatan sejarahnya sendiri, nama Kebab berasal dari bahasa Arab yang artinya daging goreng. Memang pada awalnya kebab memiliki artian daging goreng bukan daging panggang atau bakar. Namun ada juga sumber yang mengatakan bahwa kabab kemungkinan berasal dari bahasa Aram. Sedangkan dalam bahasa Akkadia, kabbaba memiliki artian sebagai daging bakar atau panggang.

Pada abad ke-14 kebab menjadi sinonim kata tabahajah yang berarti hidangan potongan daging goreng dalam bahasa Persia. Dalam buku – buku Turki, istilah kebab mengacu pada bola – bola daging ayam dan domba yang digoreng. Kemudian setelah memasuki masa Kesultanan Utsmaniyah kata kebab telah berubah makna menjadi daging panggang. Walaupun demikian, kata kebab masih sering digunakan untuk kuliner sejenis semur oleh masyarakat Turki. Bahkan di Mesir, semur daging sapi dan bawang bombay disebut dengan kebab halla.

Makanan kebab ini mulai meluas ketika para pedagang Turki mengadakan kontak dengan masyarakat kota Berlin, Jerman sekitar abad 18. Saat itu daging kebab dipanggang, disajikan dengan roti pita, paprika dan saus. Kemudian mengalami perkembangan dan penyesuaian dengan kebiasaan masyarakat Jerman, yang mana kebab disajikan dengan aneka roti dan salad. Cara pemanggangan daging kebab pun mulai berkembang dari cara tradisional ke pola modern menggunakan pemanggangan elektrik atau gas.

Paket Tour Turki Tulip 2021

Assalamualaikum Wr. Wb. telah dibuka Pendaftaran Paket Tour Turki Tulip 2021 bersama Haqeem Travel, Anda akan mengunjungi ke banyak sekali daerah di Turki yang akan selalu mempesona bagi wisata berasal seluruh penjuru dunia.

kami memberikan anda kesempatan buat berwisata muslim dalam mengunjungi berbagai macam objek wisata yang menarik di turki dan bermanfaat buat menambah pengetahuan anda tentang sejarah islam. Paket Tour Turki wisata halal ini akan menjadi teman Anda berwisata ke Turki, Anda juga akan diajak untuk mengenal sejarah islam di Turki. anda akan melakukan City tour mengunjungi Masjid Sultan Ahmed yang dihiasi oleh keramik-keramik biru yang lebih terkenal dengan sebutan Blue Mosque, dilanjutkan mengunjungi Hippodrome, kemudian dilanjutkan ke Hagia Sophia, yaitu gereja yang menjadi mesjid kemudian menjadi museum dan sekarang berubah menjadi mesjid lagi.

Kemudian dilanjutkan ke Istana Sultan Mahmed, yaitu Topkapi Palace yang merupakan Istana tempat tinggal dan wilayah kerja kekaisaran Ottoman. Didalamnya juga terdapat barang peninggalan sejarah Islam dan barang barang pribadi milik Nabi Muhammad SAW (pedang, jubah, gigi, dll), pedang Khulafa Ur-Rasyidin, Manuscript awal AI- Quran yang ditulis pada lembaran kulit binatang dan benda bersejarah lainnya peninggalan masa kesultanan Usmani, dan berakhir di Suleymaniye Mosque yaitu sebuah mesjid yang dibangun oleh Sultan Sulaiman.berikut ini Harga Paket tour turki tulip serta Itinerary Bersama Haqeem Travel.

Harga Paket Tour Turki Tulip : Rp. 13.500.000,-


Harga Sudah Termasuk:

1. Penerbangan Jakarta-Istanbul-Jakarta By Turkish Airlines, kelas ekonomi.
2. Transportasi AC Pariwisata Executive free Wifi.
3. Hotel & jadwal perjalanan sesuai program paket.
4. Makan & air minum sesuai program dengan menu Local Turki.
5. Local Guide berpengalaman berbahasa Indonesia.
6. Air minum 2 botol per orang per hari.

Harga belum termasuk:
1. Biaya pembuatan Document Pembuatan Passport.
2. Visa Turki IDR 550.000/Orang.
3. Tipping (Usd5/orang/hari = USD50).
4. Biaya Kelebihan Bagasi (Maks. 30Kg).
5. Tour-tour/acara diluar program seperti Baloon Udara Cappadocia $220/Orang.
6. Pengeluaran Pribadi seperti laundry, tips, telepon, dll.

Catatan:
• Harga berlaku untuk tanggal yang disebutkan
• Jika hotel yang disebutkan di atas terlalu padat dan tidak tersedia, kami akan memberikan alternatif yang tepat

Itinerary Wisata Halal  Turki Tulip

HARI 01 : Jakarta – Istanbul
Peserta berkumpul diBandara International Soekarno-Hatta 3 jam sebelum jadwal keberangkatan, check in tiket & bagasi oleh team handling bandara, kemudian penerbangan menuju Istanbul.

HARI 02 : Istanbul
Tiba di Istanbul pagi hari, setelah proses imigrasi, di jemput & bertemu dengan local Guide. Memulai Istanbul Fullday tour diawali dengan sarapan pagi, Blue Mosque, Hippodrome, Topkopi Palace dengan banyak peninggalan bersejarah islam. Dilanjutkan dengan makan siang lalu mengunjungi Hagia Sophia Museum, Golden Horn Bay, Old City Walls. Transfer hotel dan beristirahat.

HARI 03 : Istanbul – Bursa – Kusadasi
Sarapan Pagi di Hotel. Setelah menyeberang dari JembatanBosphorus, kita akan melewati Jembatan Osmangazi di teluk izmit untuk menuju Bursa. Tiba di Bursa mengunjungi Masjid Jamii di Bursa, Green Mosque with tomb, Silk Bazaar & Turkish delight shop. Perjalanan dilanjutkan menuju Kusadasi dengan menggunakan bus. Tiba di Kusadasi transfer hotel dan beristirahat.

HARI 04 : Kusadasi – Pamukkale
Sarapan pagi di hotel & persiapan check out. Mengunjungi Ephesus Ancient City, Isa Bey Mosque, Turkish Leather Factory dengan Fashion show, Makan siang di local restaurant. Melanjutkan perjalanan menuju Pamukkale dan mengunjungi Hierapolis Ancient City and Cotton Castle, diantar menuju hotel, check in dan beristirahat.

HARI 05 : Pamukkale – Konya – Cappadocia
Sarapanpagi di Hotel danpersiapan check out, perjalanan di lanjutkan menuju Cappadocia dengan melewati kota Konya mengunjungi Mevlana Museum & Photostop di Sultan Hani Caravanserai. Melanjutkan perjalanan menuju Cappadocia. Tiba di Cappadocia transfer hotel dan istirahat.

HARI 06 : Cappadocia
Setelah sarapan pagi kita akan mengunjungi Ozkonak Undergraund City, Gorome Valley, Avanos Pottery Village, dilanjutkan makan siang. Lalu ke Pasabag, Pigeon Valley, Uchisar Castle Village, Turkish Handycraft & tempat pembuatan karpet. Transfer hotel dan beristirahat.

HARI 07 : Cappadocia – Amasya
Setelah sarapan dan check out hotel, kita akan menuju Amasya. Tiba di Amasya kita akan Photostop di Amasya Castle & Riverside Ottoman Houses. Setelah makan siang kita akan mengunjungi Maqom King Rock, Komplek Sultan Beyazid, Buyuk Aga Madrasah, lalu transfer hotel dan istirahat.

HARI 08 : Amasya – Ankara
Pagi ini kita akan menuju Ibu kota Turki yaitu Ankara. Tiba di Ankara mengunjungi Kocatepe Mosque & Citadel Of Ankara, lalu transfer hotel dan istirahat.

HARI 09 : Ankara – Istanbul
Pagi ini kita akan menuju Istanbul untuk Bosphorus Cruise, Shopping di Grand Bazaar. Setelah makan malam kita akan menuju Airport untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dengan Turkish Airlines.

HARI 10 : Jakarta
Insya Allah kita akan tiba di Jakarta, berakhirlah program perjalanan kita, sampai bertemu di tour kami selanjutnya.

*Jadwal/rute perjalanan, harga paket, dan lainnya dapat mengalami berubah dengan/tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan menyesuaikan situasi dan kondisi dilapangan.

Untuk konsultasi tour turki silahkan langsung menghubungi :
Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No. 87 E, Kalibata Jakarta Selatan

Sejarah Hagia Sophia Turki

Hagia Sophia yang artinya kebijaksanaan suci (bahasa Turki: Aya Sofya) adalah landmark kota Istanbul selain Blue Mosque, merupakan bangunan megah yang sangat wajib dikunjungi jika anda menginjakkan kaki di kota ini. bangunan ini adalah harta warisan penting dunia yang sudah berusia ribuan tahun dan memiliki sejarah masa lalu panjang bagi umat manusia khususnya bagi umat Kristen dan Islam. Yang membuat lebih menarik selain usia dan sejarahnya adalah keindahan arsitekturnya yang mengagumkan karena dibuat berabad-abad lampau.

Lokasi Hagia Sophia ini berhadapan dengan Blue Mosque, di Ayasofya Meydani kawasan Sultanahmet dengan batas sebuah taman. Jadi dari bagian taman di depan Blue Mosque, tampak kemegahan Hagia Sophia demikian pula sebaliknya. Untuk masuk ke Hagia Sophia harga tiket masuknya adalah 25 Lira, lebih baik berangkat awal jika tidak ingin antri lama. Pada hari Senin museum ini tutup. Ketika musim panas saat saya berkunjung, museum buka jam 9 pagi sampai dengan jam 7 malam (tentu saja hari masih terang benderang). Sementara di belakang Hagia Sophia terdapat bangunan makam atau mausoleum dengan tiket masuk gratis. Di sini tempat makam para Sultan beserta keluarganya, misal Sultan Murad III, Sultan Mehmet III, Sultan Selim dll.

Sejarah Panjang Hagia Sophia

Hagia Sophia sebagai Gereja

Konstantinopel di dirikan ribuan tahun yang lalu oleh pahlawan legendaries Yunani, Byzas, kota ini dinamai sesuai dengan namanya yaitu Byzantium. Pada tahun 324 Kaisar Konstantin memindahkan ibukota Romawi Timur ke kota ini dan sejak itu namanya diubah menjadi Konstantinopel dan negaranya disebut dengan Byzantium. Konstantinopel sering disebut dengan New Rome, kota dengan aktivitas dagang terbanyak. Sebagai ibukota imperium terbesar pada masanya, banyak dihuni berbagai etnis bangsa dan didominasi oleh etnis Yunani. Kaisar Byzantium banyak membangun gereja dan katedral dan yang paling mewah adalah Hagia Sophia sebagai Holy Wisdom Church.

Gereja tiga tingkat ini dibuat oleh Kaisar Justinian hanya dalam waktu 6 tahun dan selesai pada tahun 537. Dan tidak satupun bangunan yang dapat menyaingi luas dan tinggi kubahnya sampai abad 16 ketika Sinan membangun Blue Mosque.

Hagia Sophia waktu itu dihiasi dengan emas, bertahtakan permata pada dinding gerejanya, ratusan lukisan mozaik dan hasil karya seni lainnya menambah indah bangunan tersebut dan membuat orang di dalamnya bagaikan dihujani bintang-bintang. Sebuah masterpiece yang membuat mata terbelalak dan mulut menganga menyaksikan keindahannya. Ini telah digambarkan dari deskripsi seorang Rusia yang mengunjunginya. “ Kami tidak tahu apakah kami berada di surga ataukah dunia. Karena tidak ada keindahan semacam ini di dunia dan kami kehilangan kata untuk menggambarkannya. Kami hanya mengetahui bahwa Tuhan berjalan di sini bersama kami.” Hagia Sophia menjadi gereja berlangsung selama 916 tahun, hampir seribu tahun lamanya.

Hagia Sophia sebagai Masjid

Pada hari Selasa, tanggal 29 Mei 1453, serangan umum yang dilakukan oleh Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih yang bertolak dari Edirne sejak tanggal 23 Maret 1453 pada hari Jumat, akhirnya bisa menembus tembok Konstantinopel dan jatuhnya pertahanan kota pada hari itu, setelah turunnya pasukan Yeniseri. Kekaisaran Byzantium jatuh, penaklukan kota Konstantinopel menjadi awal baru bagi kota yang diagungkan seluruh dunia pada masa itu, menjadi simbol penaklukan Barat oleh Timur.

Setelah turun dari kudanya dan bersujud syukur kepada Allah SWT, Sultan Mehmed II berkuda menuju ke gereja Hagia Sophia, bangunan paling luas dan landmark paling bergengsi di dunia pada masanya. Sultan mendekati pintu gereja, dan meminta pendeta menenangkan penduduk dan kembali ke rumahnya masing-masing dengan jaminan darinya.

Hagia Sophia dengan kubahnya yang sedemikian besar dan tinggi, dengan jendela-jendela di atasnya menumpahkan cahaya yang berpendar keemasan tatkala masuk ke dalam interiornya, memancarkan kharisma mistis yang tidak dimiliki bangunan manapun di Konstantinopel. Hagia Sophia bangunan paling agung pada zamannya. Sultan memutuskan agar Hagia Sophia menjadi masjid kota, dan seketika azan mulai dikumandangkan di Hagia Sophia. Dan semenjak itu azan selalu dikumandangkan di langit Konstantinopel.

Setiap lukisan di dindingnya ditutup, dan diberi hiasan ayat-ayat Al Qur’an, simbol-simbol kekristenan dan patung-patung berwujud makhluk hidup disingkirkan, dan dibersihkan untuk persiapan shalat. Pada hari Jumat pertama tanggal 1 Juni 1453, shalat Jumat pertama digelar di Hagia Sophia. Pada tanggal itu Sultan juga menunjuk Paderi Kristen Ortodoks yaitu kepala pendeta kepala yang mengurus urusan-urusan agama Kristen, yaitu Gennadius Scholarius. Umat Kristen diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menjalankan ibadah di rumah-rumah ibadah mereka.

Setelah penaklukan Konstantinopel, ibukota Utsmani pindah ke kota itu. Nama Konstantinopel berubah menjadi Istanbul (Kota Islam). Sultan membangun Konstantinopel dan mengembalikan sebagai pusat peradaban dan menjadikannya kota termegah di dunia. Sultan memerintahkan kepada arsiteknya untuk menghias kota dengan taman-taman yang dialiri air, masjid-masjid, tempat pemandian, dan juga Kapali Carsi atau Grand Bazaar, sebagai pasar pusat yang menampung ribuan pedagang. Pada tahun 1459 Sultan memerintahkan untuk menegakkan sebuah bangunan istana, di titik yang paling menjorok ke lautan, dan istana Topkapilah jawabannya.

Hagia Sophia menjadi sebuah masjid berlangsung selama 482 tahun, hampir lima ratus tahun lamanya. Total bangunan ini sebagai tempat ibadah sebagai gereja dan masjid hampir selama 1400 tahun lamanya, meskipun beberapa kali diperbaiki.

Hagia Sophia sebagai Museum

Pada tahun 1935 ketika Turki menjadi Republik, presiden pertamanya Mustafa Kemal Ataturk, memerintahkan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi sebuah museum. Mulailah pembongkaran Hagia Sophia, dengan menampakkan kembali simbol lukisan-lukisan sakral kekristenan, seperti yang dapat kita lihat saat ini. Dimana ada dua simbol agama Islam dan Kristen dalam bangunan ini.

Mengingat usianya, kekayaan sejarahnya dan juga keindahan arsitekturnya, pada tahun 1985, ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site.

di bagian dalam museum Hagia Sophia, tampak keindahan arsitektur bangunan ini. Sayang, di salah satu sisi bangunan saat itu sedang diperbaiki, jadi ada tiang-tiang yang mengganggu untuk mengambil sudut gambar yang bagus. Di langit-langit terlihat lukisan dari potongan mozaik merupakan ilustrasi gambar nabi Isa, Bunda Maria dan malaikat bersayap (bisa dibayangkan, bagaimana kesulitan menyusun bentuk dan warnanya, hingga menjadi gambar yang utuh). Dari ribuan atau jutaan kepingan mozaik ini terbentuk berbagai gambar khas abad ke enam.

Selain ornament lukisan yang menunjukkan bahwa bangunan ini adalah gereja, juga terdapat tulisan kaligrafi Allah SWT dan nabi Muhammad SAW, serta para sahabatnya. Serta sebuah tempat untuk azan, sebuah mimbar, dan tempat imam untuk memimpin shalat. Dan juga tempat air seperti gentong dari marmer untuk berwudhu.

Di lantai dua, ada sebuah galeri di mana banyak foto dan gambar-gambar. Di lantai dua ini banyak lukisan simbol-simbol agama Kristen. Ada juga lukisan Kaisar Constantine dan istrinya yang mengapit bunda Maria. Di bagian sisi luar ruang utama, terdapat juga tempat penjualan souvenir, selain beberapa gambar dan video yang menjelaskan tentang sejarah Hagia Sophia. Saat keluar dari bangunan megah ini, di bagian luarnya terdapat lagi toko souvenir, serta makanan dan minuman.

Untuk konsultasi Tour Turki silahkan langsung menghubungi :
Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No. 72, Kalibata Jakarta Selatan