Pengertian Incinerator

Pengertian Incinerator adalah mesin pembakaran sampah/limbah yang dioperasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran dengan suhu tinggi, sehingga hasil pembakaran berupa debu sangat minim, dan hasil pembakaran berupa emisi gas dan partikulat ramah terhadap lingkungan.

Incinerator yang kami produksi adalah Incinerator yang penggunaannya untuk limbah domestik, limbah industri, dan limbah medis. Sebelum limbah dimasukkan kedalam ruang bakar, harus dipisahkan lebih dahulu berdasarkan jenisnya ada limbah medis B3, limbah berbahaya lainnya, limbah plastik, limbah organik dan lain sebagainya. Selain itu sebelum masuk kedalam ruang pembakaran harus dipastikan ukuran besarnya limbah, kadar air limbah dan volume yang harus dimasukkan.

Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dilarang dibakar adalah sampah sesuai dengan pengertian dari OSHA, Peraturan Pemerintah No.74 tahun 2001, keputusan menteri kesehatan No.453/menkes/per/XI/1983, dan peraturan terbaru lainnya, tidak diijinkan dibakar, kecuali mendapat perijinan/ijin dari pihak badan berwenang.

Teknologi Incinerator
Incinerator yang kami buat adalah incinerator Single burner, double burner dan multi burner yang dilengkapi dengan water scrubber berbentuk cyclon, serta dilengkapi dengan cerobong. Incinerator ini memerlukan bahan bakar dapat berbentuk bahan bakar minyak, gas dan juga kadang tambahan briket.

Selain incinerator dengan menggunakan bahan bakar miyak dan gas, ada juga incinerator yang diproduksi tanpa menggunakan burner minyak atau gas untuk membakar limbahnya, tetapi limbah sendiri yang dibakar untuk membakar limbahnya. Dengan proses tungku pyrolisis maka proses pembakaran akan tercapai suhu yang diharapkan.

Berikut ini dijelaskan secara sepintas mengenai teknologi incinerator dengan menggunakan bahan bakar dengan menggunakan alat pembakar (burner).

Incinerator Single Burner
Teknologi Incinerator Singel Burner di design untuk pembakaran sampah yang lebih ekonomis yang dikhususkan terhadap sampah organik kering Non B3, Konstruksi ruang bakar dan volume sampah kecil (firing chamber) terbuat dari bahan besi dilapis dengan glass wool atau mineral wool insulation lalu bagian dalam dilapisi lagi dengan fire brick insulation atau Castable Insulation, lantai ruang bakar dilapisi dengan bata/isolasi lalu dilapisi lagi dengan firebrick.

Pada ruang bakar (Chamber) ini dipasang burner (alat pembakar) yang menggunakan bahan bakar minyak kerosene/diesel atau gas LNG, LPG atau sejenisnya (dipilih salah satu).

Cara pembakaran sampah pada single burner Incinerator adalah dengan memanaskan ruang bakar lebih dahulu sampai suhu 4000C, lalu sampah kering NON B3 dimasukkan kedalam ruang bakar/chamber. Setelah pintu ruang bakar ditutup, kemudian setting burner hingga mencapai suhu 6000C – 10000C.

Temperatur bakar tergantung nilai kalori sampah yang dibakar, semakin tinggi nilai kalori yang dibakar maka semakin panas suhu di chamber tersebut. Asap yang dihasilkan sudah jernih (clear) namun kadang ada jelaga tergantung bahan sampah yang dibakar. Sebelum asap/gas keluar melalui cerobong/stack/chimney terlebih dahulu disiram dengan air (water spray) yang dinamakan water scrubber tujuannya untuk menangkap debu, partikulat, asap jelaga agar gas keluar tidak mencemari lingkungan.

Incineratorr Double Burner
Teknologi incinerator untuk double burner dan multi burner didesign untuk sampah domestik kering atau sampah Industri maupun sampah medis. Double burner incinerator terdiri dari dua ruang bakar (chamber). Konstruksi material dari ruang bakar pertama terbuat dari besi dilapis dengan glass wool atau mineral wool lalu selanjutnya dilapisi lagi dengan fire brick atau castable, bagian atas lantai bawah dilapisi dengan bata isolasi. Pada ruang bakar kedua konstruksi materialnya hampir sama dengan ruang bakar pertama.

Suhu ruang bakar harus sesuai dengan limbah yang dibakar. Didalam mengoperasikan Incinerator maka pada ruang bakar pertama (1st Chamber) dipasang alat pembakar (burner). Suhu dalam ruang bakar pertama dapat mencapai 4000C sampai 10000C. Hasil gas atau asap pembakaran dari ruang bakar pertama masih mengadung carbon atau jelaga, masuk ke ruang bakar kedua (2nd Chamber) untuk dibakar ulang dengan alat pembakar (burner). Pada ruang bakar kedua ini, suhu pembakaran dapat mencapai 6000C sampai 12000C.

Bahan bakar yang dipakai umtuk alat pembakar (burner) biasanya Solar atau minyak diesel, minyak tanah atau kerosene atau Gas LPG dan gas LNG. Nilai Kalori bahan bakar berbeda beda, dan nilai kalori sampah atau limbah yang dibakar juga berbeda beda. Nilai kalori sampah yang dianjurkan sekitar 5,668 kcal/kg, dan kadar air sampah yang dibakar maksimum 15%RH agar temperature pembakaran yang diinginkan dapat tercapai.

Jika suhu pembakaran rendah dari suhu yang diharapkan yang diakibatkan oleh nilai kalori sampah dan kadar air sampah yang tinggi maka dianjurkan mengeringkan sampah lebih dahulu sebelum dibakar juga dengan menambah kalori bahan bakar kedalam ruang bakar, baik berupa bahan bakar minyak, gas, arang, kayu, dll.  Waktu tinggal (residence time) gas di ruang bakar kedua minimum 2 detik, sebelum gas itu masuk ke alat penangkap debu. Gas yang dihasilkan dari ruang bakar kedua ini sebelum keluar dispray atau disiram lebih dahulu dengan air untuk menangkap partikulat, debu, asap jelaga sehingga gas yang keluar dari cerobong lebih jernih. Gas yang dikeluarkan dari proses insenerasi menggunakan double burner lebih jernih dari gas yang dikeluarkan oleh incinerator single burner.